Kertas yang Dipaksa Tinggal

Satu hari, usai kututup pintu rumah busanaku, pikiranku dibuat terbang mundur. Tatapku lekat pada persegi kuning lecek, mungkin selecek aku kala itu yang sudah ingin berhenti berenang dan memilih bersama arus saja. Kertas itu adalah mimpiku, atau jika kupikir sekarang, mungkin bukan. Ia awalnya hanyalah ekspektasiku yang jika tidak terwujud akan melukai harga diriku. Kertas kuning itu mulanya sepasang, dipasang berjejer, dan sama-sama pilihan destinasi yang tinggi. Sok kuakui, tetapi sesungguhnya aku hanya berharap satu saja yang terkabul, satunya lagi silakan berperan sebagai jika-ini-tidak-terwujud-setidaknya-tolong-wujudkan-satunya.

Tibalah hari balasan surat cinta para kelas tiga. Aku ditolak mentah-mentah. Tidak ada yang segan menerimaku atas riwayat tiga tahun kehidupanku. Keputusan mereka objektif dan tepat. Hanya saja bagiku, ketakutan mulai merayapiku lekat-lekat. Dan lem pada kertas itu, justru sebaliknya. Kertas pertama terjun. Ia jatuh dan aku enggan menolongnya. Lalu lama setelahnya, kertas yang lain menyusul tindakan kawannya. Pikirku saat itu aku siap untuk gagal. Jadi aku lagi-lagi tak mau menolong. Lagipula, siapa yang percaya kalau takdir ditentukan oleh benda mati tanpa daya yang jatuh karena gravitasi dan lem yang tak lagi menempel sekuat masa mudanya?

Sayangnya, Ibuku.

Aku tertawa canggung saat itu, ketika Ibu bersikeras untuk tak membiarkan kertas itu mencium bumi lama-lama dan memaksanya kembali berjaga, sampai repot-repot menambalkan lem tambahan. Lucu, tetapi saat menulis ini, rasanya aku ingin menangis karena terharu.

Kini kertas itu menempel jauh lebih mantap dan aku tak pernah menemukannya setinggi telapak kakiku lagi. Ia telah terwujud, tugasnya selesai, dan sekarang menjadi pengenang yang tak pernah gagal membuatku terkekeh. Sepertinya aku bakal iri dengki kalau jadi kertas pertama yang mungkin sudah terurai tanpa jejak di pembuangan.

Pokoknya sekarang, aku ingin percaya bahwa tempatku saat ini, mungkin saja tak sama andai waktu itu Ibu tidak memiliki kepercayaan super parnonya itu.


November 2021

Komentar

Postingan Populer