Hanyut
buat hari depan dibiarkan melelap
Harap-harapan berebut melahap
sampai kalap
Sayangnya, bertubuh uap
Dia tak bisa melihat dirinya pada masa itu
Bola-bola jelaga memantau hanya arus menuju
Tungkai lalu ikut tanpa buru
Tidak baru
Semua kembali, satu-satu
Kabar baik, dia tahu satu
Inginnya, bernapas tanpa beban waktu
Terabai, walau lubuknya ingin nomor satu
Seribu satu
Katanya padaku, mengapa tak mampu-mampu?
SAM, 26 Maret 2021


Komentar
Posting Komentar